Berbeda dari biasanya, minggu ini SBY berkantor di Sudiarjo. Konon kabarnya ia ingin melihat dan merasakan langsung penderitaan yang dialami warga porong. Derita warga porong akibat lumpur Lapindo memang sudah tak tertahan. Sudah setahun lebih mereka tinggal di pengungsian sedangkan ganti rugi atas rumah dan tanah mereka yang terendam sepertinya hanya janji tinggal janji. Sampai-sampai ketika mengunjungi mereka, SBY sempat menitikkan air mata.
Pertanyaan pun muncul, benarkah air mata SBY karena empati atau sekadar sandiwara belaka. Apakah kunjungannya kali ini bukan hanya karena Presiden takut sebab DPR ingin mengajukan hak interpelasi atas masaalah ini. Ataukah ini hanya taktik menarik simpati menjelang Pemilu Presiden 2009 di tengah-tengah popularitasnya yang kian anjlok.
Aku sendiri tak berpikir negatif. Aku berharap, air mata SBY memang murni karena empati. Tapi satu hal yang aku sayangkan. Sudah sedemikian lemahkah otoritas negara di hadapan pemilik modal sehingga masalah ini tak kunjung selesai, sampai-sampai Sang Presiden hanya bisa tersedu-sedu.
Ditulis oleh wawan
Ditulis oleh wawan