MA Vs Time

September 25, 2007

Baru-baru ini MA mengeluarkan keputusan yang menghebohkan lagi. MA memenangkan gugatan Suharto atas  time karena laporan investigatif majalah itu tentang kekayaan Suharto. MA menuding time telah mencemarkan nama baik Suharto dan mewajibkannya meminta maaf di sejumlah media. MA juga mengharuskan time membayar kerugian immaterial senilai 1 trilyun rupiah kepada Suharto.

Entah apa yang dipikirkan para hakim agung MA itu. Padahal di dua pengadilan sebelumnya-pengadilan negeri dan pengadilan tinggi-  para hakim memenangkan time dan menganggap laporan time sudah mematuhi kaidah-kaidah jurnalistik.  Di MA, semua ini malah berbalik 180 derajat.

Bukan kali ini saja MA berbuat sesuatu yang  kontroversial. Beberapa waktu lalu, Probosutejo juga membongkar borok MA yang menyebutkan hakim-hakim MA telah menerima suap darinya. Apes bagi Probosutejo, ketika kasus yang melibatkan dirinya diajukan banding ke MA, hakim MA menjatuhkan hukuman lebih berat kepadanya. Banyak yang menganggap ini adalah balas dendam MA, karena ulah Probo membocorkan kasus suap itu kepada publik .

Kita juga belum lupa dengan ulah hakim MA yang memperpanjang masa usia pensiun mereka. Padahal kebijakan ini hanya boleh dibuat kalau mereka menunjukkan prestasi yang membanggakan. Nah pertanyaannya kemudian, apakah selama ini   mereka telah berbuat sesuatu yang membanggakan? Bukan itu saja, belum lama ini kita juga menyaksikan MA yang bersitegang dengan BPK karena mereka enggan diaudit oleh BPK. 

Kini, hal kontoversial mereka buat lagi. Mereka memenangkan gugatan Suharto atas  time. Padahal PBB saja bahkan telah membuat laporan yang menyebutkan Suharto adalah mantan kepala negara yang telah mencuri uang negara paling banyak di dunia. Selama masa kepemimpinannya ia dituding telah mencuri 15-35 Milyar US$ uang negara.

Sudah saatnya ada langkah berani untuk membenahi MA. Meski reformasi telah bergulir hampir 10 tahun,  tampaknya pembenahan di MA masih berjalan lamban. Lembaga tempat rakyat menuntut keadilan ini sepertinya masih dipenuhi mafia-mafia peradilan. Jika hal ini tak mendapat perhatian,  ke depan kita masih akan sering menyaksikan keputusan-keputusan MA yang mencederai rasa keadilan rakyat.    


Timnas Menang Lawan Bahrain

Juli 11, 2007

Kemarin penggemar bola di tanah air bersorak bangga. Timnas kita menang atas Bahrain 2-1 di pembukaan Piala Asia. Kemenangan ini bisa dibilang luar biasa. Soalnya baru kali ini, timnas kita menang atas Bahrain, dan di atas kertas -Kekuatan, Ketangguhan, Kecepatan - Bahrain juga jauh di atas kita.

Apa ya… yang memompa semangat timnas kita tadi malam. Apakah itu karena mereka bermain di kandang sendiri atau  karena mereka ingin memberikan kebanggaan di tengah keterpurukan  kita di segala bidang. Yang aku dengar, sebelum bertanding tiap pemain juga diiming-imingi lima puluh juta dari Wapres kalau menang.

Mudah-mudahan bukan karena alasan terakhir ini yang membuat tim kita menang. Masalahnya dua lawan -Arab Saudi dan Korea Selatan- yang akan menyusul jauh lebih tangguh dibanding Bahrain. Kalau karena alasan itu, kantong  Jusuf Kalla tentu bakal cekak. Soalnya mereka tentu perlu iming-iming yang lebih besar lagi agar semangatnya bisa tambah berkobar.